Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil Paling Sering Terjadi

Berbicara tentang hipertensi, penyakit yang satu ini tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Terlebih lagi di zaman serba instan saat ini, hipertensi seakan menjadi momok menakutkan di tengah masyarakat. Penyakit ini bisa menjangkit semua orang dari berbagai kalangan, baik remaja, orang tua, bahkan ibu hamil sekalipun. Kondisi ini ditandai dengan tingginya aliran darah pada pembuluh arteri hingga menekan dinding-dindingnya. Dalam dunia medis, seseorang dikatakan positif terserang penyakit darah tinggi jika tekanan sistolik/diastoliknya mencapai atau lebih dari 140/90 mmHg.

Lalu bagaimana dengan hipertensi dalam kehamilan? Apakah hal itu normal? Walaupun porsentasenya tidak banyak, namun kondisi hipertensi pada ibu hamil tergolong cukup wajar. Tekanan darah akan kembali normal setelah ibu melahirkan. Namun begitu, kondisi ini juga tidak boleh diremehkan sebab hipertensi bisa memicu komplikasi yang serius, seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, gangguan mata, bahkan kematian.

Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hamil di usia tua (di atas 35 tahun)

Menurut ilmu kedokteran, seorang wanita yang hamil diatas usia 35 tahun rentan mengaalmi gangguan kesehatan, seperti mengalami keguguran, risiko bayi lahir cacat dan prematur. Selain itu, ibu hamil di usia tua juga meningkatkan risiko hipertensi. Hal ini dikarenakan berkurangnya kadar kalsium dalam tubuh.

Kadar kalsium yang sedikit tentunya tidak bisa mendukung proses metabolisme. Akhirnya tubuh pun mengambil zat kalsium yang telah tersimpan di tulang, lalu mengedarkannya ke pembuluh darah. Tingginya kadar kalsium dalam darah menyebabkan penebalan dan penyempitan pembuluh darah. Sehingga pada akhirnya memicu hipertensi.

Obesitas (kegemukan)

Ibu hamil dengan kondisi obesitas juga berbahaya. Ketika seseorang mengalami kegemukan terdapat timbunan lemak dalam pembuluh darahnya. Apabila lemak ini menumpuk secara terus-menerus, maka dinding pembuluh arteri akan menyempit sehingga aliran darah ke jantung menjadi terganggu dan berkurang. Hal ini menyebabkan jantung memompa darah lebih keras. Sirkulasi darah menjadi lebih cepat hingga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Pengentalan darah saat hamil

Beberapa ibu hamil berisiko mengalami thrombophilia, yakni pengentalan darah. Hal ini menyebabkan aliran darah menuju plasenta menjadi terganggu sehingga memicu terjadinya hipertensi. Penyebab thrombophilian ini belum diketahui secara pasti, namun risikonya sangat berbahaya. Menyebabkan keguguran hingga terganggunya perkembangan bayi.

Kurang olahraga

Kurang berolahraga bisa menyebabkan tubuh kita terjangkit beragam penyakit degenaratif,seperti jantung,diabetes dan hipertensi.maka itu,sebaiknya usahakan rutin melakukan olahraga setiap hari walaupun di saat hamil.namun anda tetap harus berhati-hati untuk menghindari terjadinya kontraksi.sebaiknya pilihlah olahraga ringan dan senam khusu ibu hamil

berlebihan dalam mengonsumsi kafein

sebaiknya hindarilah mengonsumsi kpi atau minuman berkafein lainya pada masa kehamilan.pengonsumsian kafein berlebihan akan meningkatkan denyut jantung.darah akan dipompa dengan sangat cepat hingga memicu peningkatan tekanan darah di pembuluh arteri

mengonsumsi garam berlebihan

Salah satu kunci agar kehamilan bisa sehat adalah mengurangi konsumsi garam.bumbu dapur berwarna putih ini bila dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan volume darah dan membuat alirannya menjadi lebih cepat.hal ini tentunya akan memperbesar risiko tekanan darah pembuluh arteri atau yang biasa disebut hipertensi

stres berlebihan

Tahu tidak,mengapa ibu hamil disarankan untuk tidak stres?karena kondisi stres bisa memperburuk kesehatan,misalnya saja meningkatkan risiko hipertensi.keterkaitan antara stres dan penyakit darah tinggi ini memang belum terbukti secara ilmiah.namun beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa saat stres tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol lebih banyak. Hormon ini akan meningkatkan kinerja jantung dalam memompa darah sehingga memicu tekanan pada pembuluh arteri.

Kurangnya asupan nutrisi

Sangat penting bagi ibu hamil untuk meningkatkan asupan nutris makananSebab kekuarangan nutrisi bisa membuat kesehatan ibu terganggu dan janin menjadi lemah. Salah satu akibat yang bisa terjadi adalah hipertensi. Ibu disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan guna mencegah hipertensi. Seperti diantaranya pisang, melon, alpukat, jeruk, bayam, biji-bijian, oatmeal, kentang, buncis, ikan salmon dan sebagainya.

Memiliki riwayat hipertensi kronis

Apakah Anda pernah mengidap hipertensi sebelum masa kehamilan? Umumnya seorang yang pernah mengalami peningkatan tekanan darah cenderung mengidap hipertensi ketika hamil. Walau begitu, kondisi ini bisa dihindari dengan menerapkan gaya hidup yang sehat.

Mengidap gangguan ginjal

Seorang wanita yang mengidap gangguan ginjal berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi di masa kehamilanya.ketika fungsinya sebagai penyaring darah terganggu,maka otomatis peredaran darah dalam tubuh juga ikut terganggu.volumenya akan semakin meningkatkan sehingga membuat beban di pembuluh arteri dan menyebabkan peningkatan tekanan darah

Wanita sehat dan tidak menderita gangguan kesehatan apapun

masih berisiko mengalami hipertensi di masa kahamilanya.penyebabnya tak lain adalah karena faktor genetik.menurut penelitian,sekitar 70% pengidap hipertensi kronis dipengaruhi oleh gen atau turunan dari keluarga.namun anda tak perlu cemas belebihan sebab kondisi ini dicegah dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga sejak dini

Wanita yang hamil pertama cenderung berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Selain itu, hipertensi pada ibu hamil juga bisa diakibatkan oleh penyakit tertentu yang berhubungan dengan pembuluh darah. Untuk menghindari komplikasi lebih serius, sebaiknya ibu hamil rutin melakukan pengukuran tekanan darah. Dengan begitu, dokter bisa menanganinya lebih cepat

admin

1 Reply to “Penyebab Hipertensi Pada Ibu Hamil Paling Sering Terjadi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.